Bapak Arung Jeram dunia = Mayor John Wesley Powell Pada tahun 1869 dengan menelusuri Sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing tinggi raksasa yang bercadas kritis yang kemudian diberi nama Grand Canyon, saat itu dia melakukan dengan perahu kecil yang tersusun dari papan kayu. Pada abad berikutnya berkembang menjadi olah raga High Risk yang dikenal dengan sebutan White Water Rafting.
Pada tanggal 29 maret 1996 Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dengan ketua Umum Mayjen . Mar Safzen Noerdin (Komandan Korps TNI AL).
Teknik dasarArung Jeram
Ada dua katagori alat yang dibutuhkan dalam berarung Jeram yaitu peralatan pendukung dan peralatan utama
Peralatan utama
Perahu, pelampung, dayung, helm dan tali penambat / Anchor
Peralatan pendukung
Carabiner, pisau, webbing, wetsuit, drysuit, kaca mata dan dry bag
Perahu
Perahu merupakan peralatan utama dalam berarung jeram secara umum disebut Inflatable raft yang harus dipenuhi dari perahu ialah tahan terhadap benturan atau awet terhadap abrasi.
Umumnya perahu terbuat dari empat jenis bahan yaitu karet sintetis (EPDM), PVC, Neophren dan hypalon. Perahu yang baik terbuat dari bahan Hypalon yang sangat tinggi, biasanya bahan hypalon awet dan beratnyapun ringan misalnya Avon (Inggris), Hypalonnya sampai 80%. Buatan NSR, MARVIA dan SOAR(Amerika), Momentum dan Rukem(Taiwan), INCEPT(New Zealand), Lancer(Australia) = Hypalon tinggi yang baik untuk sungai yang bervariatif. Yang paling biasa digunakan adalah jenis Paddling Boat dan ada juga perahu dengan bentuk cataraf, open canoe, drift boat, inflatable cannoe, inflatable kayak biasanya jenis ini sering digunakan untuk individu raft.
Pelampung
Fungsinya ialah untuk mengapungkan tubuh dan melindungi tubuh bagian atas dari bata-batuan sungai, pelampung biasanya terbuat dari bahan spon yang ringan dan resisten terhadap air, pelampung yang bagus sering bermerk Iguana, NSR dan BB
3. Dayung
Dayung bisa terbuat dari kayu, Alumunium atau fiberglass. Umum dayung yang sesuai berukuran 50-60 inci. Sementara untuk skiper atau lebih dikenal sebagai kapten team yang mengatur arah laju perahu itu khususnya lebih panjang 5-6 inci. Efek yang menguntungkan dari dayung panjang yang ideal ialah fleksibelitasnya untuk gerakan mendayung dan power yang maksimal.
4. Throw Bag
Tali sepanjang 20-30 meter dan gunanya untuk menolong orang yang hanyut di sungai, syarat untuk tali throw bag ialahterbuat dari tali yang cukup resisten terhadap air, daya apung tinggi, mudah dilihat dan cukup kuat menahan beban yang berat.
5. Helm pengaman
Untuk menghindari orang dari kecelakaan yang membahayakan bagian atas, misal kepala dan bagian wajah dari benturan sungai.
Terbentuknya sungai
Sungai terbentuk karena gravitasi bumi. Adanya gravitasi bumi menyebabkan perbedaan ketinggian yang teratur antara satu dengan yang lainnya. Makin besar selisihnya maka makin curam sungai tersebut. Sungai yang deras dan curam memiliki selisih yang banyak pada setiap mil dan kilometernya. Hal inilah yang disebut Gradien atau kemiringan. Tingkat kemiringan suatu sungai bisa dihitung dengan melihat kecuramannya setiap satu mil atau per kilometer. Sungai yang memiliki tingkat kemiringan yangsepuluh meter per satu mil biasanya cukup layak untuk arung jeram.
Gejala alam yang tampak dari kelakuan sungai
Ombak
Ombak tercipta karena adanya perbedaan arus yang berada di dasar sungai dan arus yang berada di permukaan sungai. Ombak yang mulus dan tegak biasanya disebut Standing Wave. Berdiri lebih tegak dan puncaknya pecah disebut Hystack. Sedangkan ombak yang menabrak bebatuan dan membentuk semprotan air yang merata, diatasnya disebut Rooster Tail.
Tongue
Disebut pula lidah ombak. Gejala ini timbul karena dua buah penghalang, dan arus lewat diantara keduannya. Dalam berarung jeram tongue adalah suatu Entrance untuk memasuki suatu jeram.
Stopper
Batu-batu ditengah jeram yang tampak mencuat kepermukaan sungai biasa disebut dengan Stopper. Keadaan tersebut dinamakan demikian karena dapat menghentikan laju perahu.
Cushion Wave
Cushion wave tercipta karena ada ombak yang tertahan Biasa timbul disuatu belokan sungai, disebabkan karena arus sungai yang menabrak tebing atauun dinding sungai yang tertahan atau berbalik arahnya.
Eddies
Adalah arus putar sebagai respon balik dari meningkatnya energi arus utama, namun eddies kecil juga bisa terbentuk dibalik stopper yang berada ditengah sungai. Garis yang terbentuk antara eddies dengan arus utama disebut eddies line.
Hole
Hole terbentuk bila ada batu besar tertutup volume air deras yang tinggi, sehingga dibagian bawahnya timbul arus balik yang memutar.
Hydrolic/Reversal
Bentukan macam ini biasanya terjadi akibat patahan bentuk dasar sungai. Perbedaan ketinggian itu mengakibatkan air deras yang jatuh memutar vertikal
Weirs
Weirs timbul sebagai akibat bentukan air terjun, bendungan dan bentukan pengontrol sungai lain buatan manusia.
Under cut
Bentukan ini terjadi akibat arus kuat yang menabrak dinding sungai mengikisnya sehingga terjadi lekukan yang menjorok kedalam.
Hambatan lain
Misalnya adalah Stainer, seperti pohon-pohon tumbang dan sampah-sampah yang mengendap ditengah sungai.
C. Membaca Sungai
1. Wrap
Yang dimaksud wrap adalah suatu posisi perahu menempel atau terjepit pada Stainer atau hambtan lain yang ada disungai dalam waktu cukup lama.
2. Scouting
Artinya mengintai, maksudnya adalah melihat kondisi medan yang akan dilalui. Dalam Scouting biasanya terjadi bargaining antara awak perahu dan skipper untuk memilih jalur mana yang akan diambil dan alternatif jalur lainnya. Scouting dapat dilakukan dengan sistem rapid to rapid, darat dan on sight.
3. On sight Paddling
Bila dalam pengarungan sungai kita melakukan pengintaian medan yang akan dilalui diatas perahu yang sedang melaju.
4. Portaging
Adalah mengangkat perahu dari pinggiran sungai. Portaging dapat dilakukan, misalnya saat pengarungan kita jumpai air terjun yang tinggi ataupun medan sungai yang unrunable.
5. Lining
Menghanyutkan perahu di air dan mengendalikannya dengan tali dari tepian sungai. Portaging dengan lining ada kesamaan tapi lining harus tepian yang tidak tinggi.
6. Entrapment
Adalah salah satu posisi mengancam yang harus segera diatasi. Misalnya perahu tertempel dibatu dalam waktu yang cukup lama.
7. Ferrying
Adalah suatu teknik menyebrang diarus yang deras. Ferrying ini ada dua macam back ferry dan forward ferry, disebut back ferry bila perahu menyebrang dengan haluan perahu menghadap hilir dan dayungan back stroke yang dipakai untuk meluncurkan perahu kesebrang. Disebut forward ferry bila haluan mengarah ke hulu dengan kombinasi dayungan forward stroke yang digunakan pendayungnya. Sudut yang wajar dalam ferrying adlah 450. Semakin besar sudut ferrying semakin besar power dan kecepatan dayung yang dikeluarkan.
Teknik Mendayung
Forward Stroke (dayung maju)
Efek dari dayungan ini adalah perahu akan bergerak kedepan. Teknik dayungan ini akan berefek efektif bila semua blade tercelup kedalam air dengan cara menarik blade ke arah belakang
Backward Stroke (dayung mundur)
Kebalikan dari forward stroke, teknik ini digunakan untuk menghambat perahu yang bergerak maju
Draw Stroke (dayung tarik)
Dayung dikayuh kearah samping
Pry Stroke (dayung geser)
Teknik ini kebalikan dari draw stroke
J Stroke
Menarik blade kebelakang dibarengi dengan penekanan blade keluar dengan cepat sehingga membentuk huruf j
Sculling
Posisi dayung paralel dengan tepi tengah perahu sehingga posisi badan membentuk sudut 90 derajat dengan badan perahu
Sweep (dayung lebar)
Mendayung kearah luar sejauh mungkin, dan arah dayungannya membentuk posisi lengkung, dari ujung depan perahu hingga kebelakang
Brace
Ada dua macam brace
High Brace dan Low Brace
Meletakkan dayung dengan posisi paralel, dan sudut blade sesuai dengan arah yang diinginkan dan posisi pegangan dayung berada maksimal sejajar dengan pundak.
Metode pengarungan
Memulai pengarungan sebaiknya adlah dari arus tenang. Bisa juga disebut eddy. Titik diman dimulai pengarungan dimulai adalah entry point.
Dalam bermain arung jeram ada dua teknik
Teknik Paddling
Teknik ini membutuhkan kerjasama tim dalam pengarungan. Teknik Paddling ini bercirikan posisi perahu yang selalu berusaha pada posisi sejajar dengan arah tebing sungai.
Teknik Rowing
Dasar teknik ini adalah melewati suatu belokan. Jadi seolah-olah perahu akan menabrak dinding sungai, pada posisi demikian awak perahu mendayung perahu ke belakang untuk menghambat laju perahu ke depan.
Tingkat kesulitan
Tingkat kesulitan bisa juga disebut Grade.
Skala Internasional menggolongkan tingkat kesulitan menjadi enam tingkatan yaitu :
Tingkat 1
Ombak bergelombang kecil, mudah, dan tidak ada hambatan yang berarti. Lintasan jalur sangat jelas.
Tingkat 2
Tingkat kesulitan sedang; beberapa hole kecil, dan stopper berserakan tapi lintasan jalur terlihat jelas. Diperlukan perlengkapan yang memadai.
Tingkat 3
Agak sulit, ombak bergelombang tinggi, berbatu-batu, ada pusaran air, lintasan jeram masih jelas terlihat. Untuk melintasi jeram ini diperlukan pengendalian perahu dan scouting.
Tingkat 4
Sulit. Air sungai berjeram panjang dan berturut-turut, berombak kuat tak karuan, banyak batu yang membahayakan, pusaran air yang berbuih-buih. Lintasan sulit diintai sehingga memerlukan kendali perahu yang cepat. Diutamakan awak perahu yang berpengalaman.
Tingkat 5
Sangat sulit. Jeramnya berbahaya dan berturut-turut sepanjang jarak tertentu, alirannya sangat curam. Lintasan sungai sangat tidak beraturan. Diperlukan jam terbang yang tinggi dan awak perahu yang berpengalaman.
Tingkat 6
Tidakmungkin dilalui. Contoh keadaan sungai dalam tingkat seperti ini adalah celah sempat dan air terjun yang tinggi.
Mengelola keselamatan
Self Rescue
Kemampuan berenang
Hanyut di sungai
Masuk kembali kedalam perahu
Menyelamatkan diri dari arus Hydrolic/Arus putar vertikal
River Rescue
Teknik melempar Throw bag
Keluar dari entrapment
Menyelamatkan perahu dari wrep
Membalikkan perahu
Merancang kompetensi
Definisi kompetensi
Pengelompokkan kompetensi
Dasar pembuatan kompetensi
Merancang direktori kompetensi
Dimensi Team work
Dimensi team leadership
Dimensi kepercayaan diri
Merancang matriks kompetensi
Merancang matriks pelatihan
Mengelola Ekspedisi
Mengelola kejuaraan
Sprint
Slalom
Down river race
Psikologi Arung Jeram
Motivasi dasar
Aspek-Aspek psikologi
Kesiapan mental
Kesiapan alat
Kesiapan fisik
Kesiapan kemampuan
Kesiapan psikis
Merancang pelatihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar